Kalau bicara soal kekelaman tokoh musik klasik, pastilah jatuh ke diri Tschaikovsky dan Schumann. Bedanya, Tschaikovsky sangat waras, orang berada, dan mendalami musik setelah dia dewasa.
Tchaikovsky (lahir thn 1840) sejak kecil hanyalah belajar piano secara privat. Dia meninggalkan kotanya untuk menjalani pendidikan pegawai negri di Rusia saat usia 17 tahun. Setelah lulus dia bekerja menjadi pegawai negri, tetapi dia mampu mengambil sekolah musik di St. Peterburg Conservatory dengan Arthur Rubinstein. Setelah merasa cukup belajar musik, dia keluar dari pegawai negri dan serius menggeluti musik.
Karya2nya ditampilakan pertama tahun 1865, dan ternyata sangat disukai orang. Tetapi ada sisi kepribadian Tschaikovsky yang unik, dia orang yang sangat tidak percaya diri, pemalu, dan sebenarnya tidak menyukai wanita. Wajar perkawinannya hanya berumur 9 minggu, karena dia meninggalkan istrinya dan mabuk2an bahkan sampai berusaha bunuh diri. Zaman itu dimana homoseks masih sangat tabu membuat dirinya menjadi alkoholik sebagai pelarian.
Tetapi sisi gemulainya menghasilkan banyak karya2 ballet yang indah dengan musik yang sangat dikagumi, lihat saja Sleeping Beauty, Nutcracker, Swan Lake. Bahkan Simphony ke 3 nya ditampilkan di Boston tahun 1875. Tahun 1878 Tschaikovsky ketahuan seorang homoseks, karena hubungannya dengan seorang lelaki terungkap saat dia menjadi Professor di MOscow Conservatory. Skandal ini membuat dia mundur dari jabatannya, dan dia hidup dari bantuan keuangan penggemar karyanya, Nadezhda von Meck. Setelah skandal ini kesehatannya menurun sampai dia meninggal dunia tahun 1893. Banyak literatur yang mengatakan kematiannya karena kolera, tetapi fakta terakhir menunujukkan setelah skandal homoseksnya terungkap, dia sering mencampur sianida kedalam minuman alkohol. Ini yang membuat dia tewas perlahan-lahan.
Kelam memang, tetapi sisi positif passion/hasrat Tschaikovsky untuk musik perlu kita tiru. Salam MKI!
postingan mantep gan
ReplyDeleteThx ^^
ReplyDelete